Hai fellas! Pernah gak sih kepikiran kalau sistem kerja di kelompok riset ternyata punya banyak kesamaan dengan sistem kerja di industri profesional? DUDRG dan industri memiliki banyak kesamaan dalam sistem pengelolaan organisasi dan manajemen kerja. Keduanya sama-sama menerapkan sistem yang terstruktur agar kegiatan dapat berjalan efektif, terorganisasi, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Baik DUDRG maupun industri juga menekankan pentingnya koordinasi tim, pembagian tugas, serta pengawasan kerja untuk menjaga produktivitas organisasi.
Dalam DUDRG, sistem kerja dijalankan melalui pembagian divisi dan manajerial yang jelas, seperti manajer internal, operasional dan riset, IT, kultur, inventory, laboratory, koleksi, bisnis, K3M hingga web dan media sosial. Setiap bagian memiliki jobdesk dan tanggung jawab tertentu sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan secara sistematis. Sistem ini mirip dengan industri yang juga memiliki pembagian divisi berdasarkan fungsi kerja masing-masing agar operasional organisasi lebih terarah dan efisien.
Selain itu, DUDRG dan industri sama-sama menggunakan Standar Operasional Prosedur atau SOP sebagai pedoman kerja. SOP digunakan untuk menjaga konsistensi, meminimalkan kesalahan, serta mempermudah koordinasi antar anggota atau karyawan. Di DUDRG, SOP diterapkan pada berbagai kegiatan seperti dokumentasi, pengelolaan data, penjadwalan, hingga sistem digital. Hal ini serupa dengan industri yang menggunakan SOP untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar organisasi.
Kesamaan lainnya terlihat pada penggunaan sistem digital untuk mendukung workflow organisasi. DUDRG memanfaatkan platform seperti Notion, Airtable, Google Drive, dan Google Calendar untuk monitoring proyek, penyimpanan data, serta koordinasi kerja tim. Industri juga menerapkan sistem digital dan database terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat komunikasi, dan mempermudah pengelolaan informasi dalam organisasi.
Baik DUDRG maupun industri juga menerapkan sistem evaluasi dan monitoring kerja secara berkala. DUDRG melakukan monitoring progress project, evaluasi workflow, hingga penilaian KPI anggota untuk menjaga efektivitas kerja tim. Dalam industri, evaluasi dilakukan untuk memastikan target perusahaan tercapai dan setiap divisi bekerja sesuai standar yang ditentukan. Sistem evaluasi ini membantu organisasi melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan.Jadi fellas, meskipun DUDRG merupakan kelompok riset dan industri merupakan lingkungan kerja profesional, keduanya tetap memiliki kesamaan dalam membangun sistem kerja yang terstruktur, kolaboratif, dan berbasis manajemen modern demi mencapai tujuan organisasi secara efektif.
[Disusun oleh : Ajeng Putri Naili Zakiyah (AJP)]
